Kamis, 21 Juli 2016

Conceptual Methaphor of Love on Twitter #cintaadalah

Conceptual Metaphor is one of many interesting subjects in Psycholinguistics. It explores connection between what is in human mind and how human utters it through words. The choices of words can be the path to penetrate the meaning beyond the words. This research aims to discuss and find what human thinks of love. Through a limited space provided by Twitter, which contains only 140 characters, humans tend to make their utterance as simple as possible but meaningful, expressing their thought of love. #Cintaadalah is one of many paths humans can share their ideas. After getting data, this research conveys some meaningful results, namely LOVE IS MYSTERY, LOVE IS ANSWER, LOVE IS WORSHIP, LOVE IS ART WORK, LOVE IS WEALTH, LOVE IS FAMILY, and LOVE IS HOUSE.

Full text will be yours through this link.

Selasa, 19 Juli 2016

MBOK: ITS DISTRIBUTION, MEANING, AND FUNCTION

Mbok, in Javanese language, has not only a ’mother’ in meaning. As a lexicon in the language, mbok in one side truly means a ‘mother’ and still has the same meaning although it experiences the morphological process to be, at least, embok, simbok, or mboke. The variations exist and are spoken by Javanese native speakers throughout the Javanese dialects such as Suroboyoan, Solo, Yogyakarta, Bagelen, and Banyumasan dialects spread from the East Java, Yogyakarta, and Central Java. However, mbok, as a particle has different meaning, even different various meanings relying on its distribution in a sentence. Then the meanings bear its different various functions as well in the sentence based on the context of the sentence (grammatical-semantics meaning). Through Teknik Balik (Converse Technique) the data gained was analyzed to distinguish the position of the particle in the sentence in order to reach its significant different meanings and functions. At least, from the analysis, we have three positions of mbok in the sentences, that are in the initial, middle, and the end of the sentences. These positions affect the meanings and functions that can be seen as follows; ‘, is not it?’ (Tag Question) and ‘is/are” (Verbal Question) for emphasizing, ‘please’ for requesting a help, ‘may be’ and ‘in case’ for expressing possibility, and ‘causing’ for expressing cause-effect.

(JEFL (Journal on English as a Foreign Language) Vol 4, No 1 2014 pg 29-36 (p-ISSN 2088-1657) (e-ISSN 2502-6615))

For gaining full paper you may download it through this link: Paper LInguistics.


Good Luck

Selasa, 17 Mei 2016

Memperkosa Mimpi


Bro, lihat nih. Artikelnya keren. Judulnya “Memperkosa Tanpa Penis”. Beuh mantap!, kata Cuplis.
Kok bisa ya? Memperkosa tanpa penis, tuh gimana caranya?, tanya Jarno.
Lha kok tanya aku toh? Lu pikir aku tau caranya?
Wo, kamu gak tau toh? Lha trus kenapa pamer artikel itu ke aku? Kamu dah baca belum? Siapa tau di artikel itu ada tips and trik memperkosa tanpa penis.
Ndas mu!!! Ini artikel analitis! Dari pemikiran yang mendalam.
Wo, lewat anal toh? Bisa ya?
Asu kowe ki! Pikiran e jangan ngeres dulu! Jangan dipotong-potong, “ANALITIS”!! yang lengkap!
Ow yoyoyo.

Minggu, 08 Mei 2016

Judeg Jogja


Woi Jarno, apa-apaan itu judulnya kayak gitu?, tanya Cuplis.
Lha emang kenapa? Kita mau ngomongin Jogja nih.
Lha tapi judulnya itu lho… pesimis tenan!
Harusnya gimana?
Ya dah deh. Gue ngikut aja. Darimana dapat judul itu?
Terinspirasi dari Raka
Raka siapa, Jarno?
Itu lho Raka itu..halah nama lengkapnya siapa ya... orangnya cungkring, rambut agak kriting, pakai kaca mata.
Raka, raka raka, siapa ya?? Raka Ginting?
Bukan
Raka Wijaya?
Bukan
Raka Thokan (baca: gak pakai celana)?
Ho oh,,kui… wes ah, ra penting mbahas nama… apalah arti sebuah nama bila mawar tetaplah berduri kata Sakespir.
Hahaha, sok nyastra koe ki, seloroh Cuplis.

Jumat, 06 Mei 2016

Hujan Sore Hari


Menyisakan isak tangis seorang anak yang sedang bermain bersama gerombolannya di bawah rintik hujan. Aku berjalan di tepian jalan sambil menatap wajahnya dari kejauhan. Rintik tiada sudi berhenti. Anak itu menangis sambil menggenggam penuh di telapak tangan kanannya tanah berlumpur.

Ku hentikan langkahku dan berdiri mematung di balik pagar rumah tetangga: menyembunyikan diri. Aku mengintai mereka. Ku pikir: tak apalah berhenti sejenak menikmati panggung kehidupan ini. Sebenarnya, aku dalam perjalanan hendak membeli makan siang untuk istriku. Semoga nostalgia ini tidak menjadikannya marah atau galau karena mungkin terlambat pulang.

Selasa, 15 Maret 2016

SERASI: Tak Harus Selalu Sama


Sering kau menanyakan kepadaku tentang perpaduan warna. Terlebih lagi, ketika hendak mengenakan pakaian untuk acara tertentu. Sambil melenggak-lenggok bak seorang peragawati, kau bertanya padaku tentang keserasian pakaian yang sedang kau kenakan. Ya, dahiku spontan mengkerut. Menebalkan kerutan-kerutan yang telah lama aku miliki karena –kata orang terlalu banyak berpikir, entah untuk hal penting ata tidak- berpikir semenjak aku bisa menikmati nikmatnya berpikir.

Rabu, 09 Maret 2016

GMT: Dikiranya Kerja Lembur


Diprediksi oleh berbagai kalangan, hari ini Rabu 9 Maret 2016 akan terjadi Gerhana Matahari Total yang bisa diamati di wilayah Indonesia. Hari ini juga bertepatan dengan perayaan Hari Nyepi bagi yang merayakan.

Cuplis, Ayo berangkat. Masjid sudah woro-woro tuh. Biar gak terlambat sholat gerhana.
Iya bentar. Sebentar, Jarno.
Kenapa sih?
Bentar aja. Aku mau ngecek ke kandang dulu. Itu sih Sijago ku kok sepertinya galau ya.
Halah, jan. marai mambu kalau sholat.
Sebentar aja.
Yo wes. Ndang ndang.